Malang Kota – Sabtu (10/03) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (BEM FIS) serta Komunitas Alumni Mahasiswa Indonesia-KAMI mengadakan Dialog Interaktif yang mengangkat tema “Forum Kerukunan Umat Beragama”. Pemateri serta moderator didatangkan langsung dari FKUB wilayah Kota Malang yang di Ketuai Oleh Hj. Joko Santoso . Selain Beliau, KH.Abdul Karim Uddin,SH , Pdt.Drs.Yohannes Hadi Susilo,M.Pd,M,Div serta A.J Soewoko serta PENGURUS FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) yang berasal dari Islam,Kristen,Katolik,Hindu,Budha,Konghucu ikut ambil bagian dalam dialog intelektual ini. FKUB ini sendiri adalah sebuah forum yang lahir pada tahun 2006 dengan Surat Keputusan no.9 dan 8 tahun 2006 atas naungan Mentri Agama dan Dalam Negeri. Forum ini adalah forum kedua tingkat nasional yang dibentuk setelah FKAUB ( Forum Kerukunan Antar Umat Beragama) , bukan hanya sebagai Nama dan lembaga , FKUB sendiri memiliki agenda rutin yang selalu dikerjakan seusai Shalat Jumat dan membahas tentang isu-isu agama yang sedang hangat. Dalam kegiatan kali ini, BEM FIS mencoba membahas topik tentang Kerukunan Umat Beragama, Prosedur Pendirian Rumah Ibadah, Prosedur Izin penggunaan tempat tinggal sementara untuk beribadah.
Audiensi yang hadir berasal dari berbagai kampus dan Organisasi Keagamaan Kampus yang tersebar di Kota Malang,Salah satunya Universitas Negri Malang, Universitas Brawijaya, dan Universitas Ma Chung. Berangkat dari Masalah Masyarakat dunia terlebih diIndonesia sudah menuju ke perpecahan agama bahkan peradaban, Sueb S,Pd seorang Almunus Universitas Negri Malang yang juga Ketua dari MICO (Malang Interfaith Community) rindu untuk menjadikan perbedaan-perbedaan tesebut menjadi suatu keindahan serta Menciptakan masyarakat yang open minded dan terciptanya kerukunan umat beragama didalam kemajemukan Bangsa Indonesia. FKUB tidak berjalan sendiri, banyak lembaga yang ikut bekerjasama seperti DPRD Malang, Polres Malang Kota, Kodim 0833 ,serta lembaga swasta maupun Negeri lainnya. Mengangkat isu-isu yang sedang hangat terjadi seperti masalah nasional GKI Yasmin , Islam anti barat , penyulitan mendirikan tempat ibadah, sampai kaum mualaf dilarang berdakwah menjadi poin-pon pertanyaan audiens Forum. Hal yang menarik dalam bidang agama diregional Malang Kota adalah, suasana keagamaan yang sangat kondusif dibandingkan daerah lainnya diIndonesia. Bukan tidak memiliki alasan, tetapi ada 3 hal yang menjadi garis besar kondusifnya Malang yaitu kepemimpinan yang saling menyegani, masyarakat yang cerdas dalam menyikapi masalah, dan terakhir kegiatan rutin yang membahas persoalan yang timbul selama beberapa bulan tersebut. “Forum Kerukunan Umat Beragama sangat dibutuhkan dizaman sekarang, jangan hanya dijadikan formalitas dalam jajaran kelembagaan saja, mudah-mudahan bisa bermanfaat dalam kehidupan multilateral dan plural” harap Benita Vioretta (19) seorang aktivis Organisasi keagamaan Kristen di Universitas Negeri malang . Dengan diadakannya Forum Kerukunan umat beragama ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat menjunjung tinggi satu nusa satu bangsa satu bahasa tapi tidak satu agama. (*/Ruth)